Filsafat
Filsafat
berasal dari bahasa Yunani Philosophia (cinta akan kebijaksanaan), filasafat
merupakan seni berfikir kritis, yang berupaya untuk membantu melihat apa yang
diucapkan dan mengucapkan apa yang dilihat. Filsafat mengajarkan kita tentang
kebijaksanaan, itu penting untuk menyikapi permasalahan dalam kehidupan
sehari-hari.
Perkembangan alam pikiran Barat hingga awal abad kedua puluh ini telah
menempatkan kedudukan filsafat
sebagai pengetahuan yang mempunyai pamor tinggi. Tidak dapat disangkal,
filsafat merupakan induk
segala ilmu, the queen of the sciences, karena daripadanya berkembang
ilmu-ilmu pengetahuan yang
beragam sampai pada spesifikasinya yang amat khusus. Dewasa ini kita mengenal ilmu-ilmu mikrobiologi, genetika,
ilmu perbintangan, tehnik nuklir dsb. yang keberadaannya tak mungkin kita pahami selain dalam kaitannya
dengan perkembangan filsafat.
Filsafat juga memberikan pengertian
tentang hal yang benar untuk mendapatkan kebenaran untuk kebenaran yang lebih
benar. Contoh, ada sebuah kejadian kecelakaan yang mana di TKP ada berbagai
ahli, diantaranya adalah ahli hukum, ahli perekonomian, ahli kedokteran, ahli
tehnik, ahli sejarah dan ada juga ahli filsafat, dari situ ada berbagai sudut
pandang tentang menyikapi kejadian kecelakaan itu dari beberapa ahli, yaitu
dari ahli hokum ketika melihat kejadian itu memberikan satu sudut pandang
tentang hukuman ataupun pasal-pasal yang
telah dilanggar atau menjadikan terjadinya kecelakaan tersebut, dari ahli
perekonomian mempunyai sudut pandang yang lain tentang seberapa besar kerugian
yang telah terjadi akibat kecelakaan tersebut, ahli kedokteran ketika melihat
kejadian itu jga mempunyai sudut pandang yang berbeda pula dia memberikan tanggapan
luka apa yang akan terjadi akibat terjadinya kecelakaan tersebut dan seberapa
parah orang tersebut, dari ahli tehnik pun juga demikian, dia memberikan
pandapat bahwa mungkin kendaraan tersebut mengalami kerusakan-kurusakan
sehingga bisa terjadi kecelakaan tersebut, dari ahli sejarawan itu juga sama
dia akan bertanya tentang kronologi kejadiaan kecelakaan tersebut dan apa yang
menyebabkan terjadinya kecelakaan itu bisa terjadinya. Beda dengan ahli
filsafat mereka lebih menanggapi kejadian kecelakaan itu dengan kebijaksanaanya
yaitu yang terpenting dia menyelamatkan si korban itu dan segera membawanya ke
rumah sakit agar nyawa orang itu bisa terselamatkan, tidak panjang lebar
membahas ini itu dulu. Maka dari itu kita dapat menyimpulkan bahwa dengan kita
belajar filsafat kita akan timbul ras kearifan kita.
Memang filsafat adalah ilmu yang
sangat sulit untuk dimengerti, dan banyak diantara kita yang enggan untuk
belajar filsafat, sebagian besar orang-orang menganggap bahwa filsafat adalah
ilmu yang menyesatkan karna membahas tentang ketuhanan, ilmu yang rumit,ilmu
yang tidak memberikan manfaat, memusingkan, membingungkan dan membosankan.
Begitu juga dengan saya, saya menganggap bahwa filsafat ini adalah ilmu yang
sangatlah memusingkan, tapi dari semua itu, dengan kita belajar filsafat dapat
memetik sesuatu yang tidak bisa kita dapatkan ketika belajar selain filsafat.
Yaitu dengan kita belajar filsafat kita bisa lebih dewasa menyikapi
permasalahan yang terjadi, berprospek kedepan, mengkaji sesuatu dengan sedalam-dalamnya,
berfikir dengan fikiran yang jernih dan sudut pandang bisa lebih sempurna.
Banyak perbedaan pendapat tentang
apa itu filsafat, bahkan dari para filusuf pun mempunyai perbedaan tentang
pengertian filsafat, tapi dengan perbedaan itu kita dapat menyimpulkankan bahwa
dengan perbedaan hidup kita bisa menjadi indah. Filsafat juga memberikan
pembelajaran kepada kita agar kita dapat berfikir secara kritis, filosofis,
paradigma, radikal, sistematis dan obyektif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar